https://jcomm.unram.ac.id/index.php/jcomm/issue/feed JCommsci - Journal Of Media and Communication Science 2026-04-13T15:14:06+00:00 Diyah Indiyati [email protected] Open Journal Systems <p>Journal Of Media and Communication Science (JCommSci) is a scientific journal published by the Department of Communication Studies at the University of Mataram.</p> <p>JcommSci (<a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2655-4410">2620-8709</a>) is a medium to publish the results of academic research and as a means of updating the development of Communication Sciences. This journal contains scientific articles that have never been previously published, either as a research result, applied research or scientific articles relating to journalism coverage, media studies, media convergence, digital media, communication and development, health communication, family communication, public relations, marketing communication, political communication. Information about writing guidelines and electronic upload procedures are available in each edition. All articles are included through a peer-review process. Issuance of the journal is every four months, in January, May, September without processing fees.</p> <p>Please read and understand the author guidelines for preparation manuscript. The author who submits a manuscript to the editors should comply with the author guidelines and template. If the submitted manuscript does not comply with the guidelines or using a different format, it will be rejected by the editorial team before being reviewed. Editorial Team will only accept a manuscript that meets the specified formatting requirements</p> <p> </p> <p><span style="font-family: helvetica; font-size: small;"><span style="font-family: helvetica; font-size: medium;"><span style="font-family: helvetica; font-size: small;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> </span></span></span></span></span></p> https://jcomm.unram.ac.id/index.php/jcomm/article/view/589 Narasi Keadilan Gender di Media Sosial: Analisis Wacana pada Gerakan Feminisme Digital 2026-01-31T05:05:18+00:00 Putri Salsabila Evita Wara [email protected] Alem Febri Sonni [email protected] Muh Akbar [email protected] <p>Perkembangan media sosial telah menjadi ruang strategis bagi penyebaran ide dan advokasi terkait keadilan gender, termasuk melalui gerakan feminisme digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi narasi keadilan gender dalam gerakan feminisme digital di media sosial, dengan fokus pada strategi komunikasi, bentuk wacana, dan pesan yang disampaikan. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis model Norman Fairclough, data dikumpulkan melalui dokumentasi konten dari akun media sosial yang aktif dalam mengusung isu feminisme, termasuk unggahan, tagar (hashtag), dan interaksi audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi keadilan gender di media sosial dibangun melalui kombinasi pesan edukatif, kritik terhadap ketidaksetaraan, dan penguatan identitas kolektif Perkembangan media sosial telah menjadi ruang strategis bagi penyebaran ide dan advokasi terkait keadilan gender, termasuk melalui gerakan feminisme digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi narasi keadilan gender dalam gerakan feminisme digital di media sosial, dengan fokus pada strategi komunikasi, bentuk wacana, dan pesan yang disampaikan. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis model Norman Fairclough, data dikumpulkan melalui dokumentasi konten dari akun media sosial yang aktif dalam mengusung isu feminisme, termasuk unggahan, tagar (hashtag), dan interaksi audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi keadilan gender di media sosial dibangun melalui kombinasi pesan edukatif, kritik terhadap ketidaksetaraan, dan penguatan identitas kolektif perempuan. Strategi penggunaan hashtag tematik, visual yang memancing emosi, dan bahasa inklusif terbukti efektif dalam membangun solidaritas daring. Namun, penelitian ini juga menemukan adanya polarisasi opini dan resistensi dari sebagian pengguna media sosial yang berpotensi menghambat pencapaian tujuan gerakan. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi komunikasi digital yang lebih efektif dalam mempromosikan keadilan gender di era media baru.</p> 2026-03-06T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 JCommsci - Journal Of Media and Communication Science https://jcomm.unram.ac.id/index.php/jcomm/article/view/596 Makna dibalik Pesan “Guru” pada Pidato Menteri Agama: Studi Analisis Wacana Kritis Model Norman Fairclough 2026-01-31T05:07:52+00:00 Muhammad AL Bushairi [email protected] Yani Tri Wijayanti [email protected] Khoirul Febri Antiko [email protected] Tika Puspita Sari [email protected] <p><strong><em>ABSTRACT</em></strong></p> <p><em>The controversy surrounding the Minister of Religious Affairs’ speech about teachers, which went viral on social media, illustrates how fragments of discourse can shift in meaning when reproduced by digital platforms and interpreted by the public. The statement “if you want to make money, don’t become a teacher, become a trader” became the center of criticism and overshadowed other information, such as the 700 percent increase in PPG participants and the rise in allowances. This situation raises questions about how the meaning of “teacher” is constructed within the speech. This study employs a qualitative approach using Norman Fairclough’s Critical Discourse Analysis to examine the construction of language through three dimensions: text, discourse practice, and sociocultural practice. The findings reveal that the speech constructs the figure of a “teacher” as a moral–spiritual entity through religious metaphors and normative diction, reinforcing a separation between spiritual and material orientations. However, when mediated and circulated online, the meaning shifts into a perceived form of disrespect toward teachers, particularly those facing economic challenges. These findings highlight the importance of sensitivity among public communicators when addressing socially sensitive issues, as well as the need for digital discourse literacy to prevent the public from adopting partial or decontextualized interpretations.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Teacher; Critical discourse analysis; Fairclough; Minister of Religious Affairs’ speech</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Fenomena kontroversi pidato Menteri Agama tentang guru yang viral di media sosial menunjukkan bagaimana potongan wacana dapat mengalami pergeseran makna ketika diproduksi ulang oleh media dan diterima publik dalam ruang digital. Pernyataan “kalau mau cari uang, jangan jadi guru, jadi pedaganglah” menjadi fokus kritik dan menutupi informasi lain seperti peningkatan peserta PPG hingga 700 persen dan kenaikan tunjangan, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana makna “guru” dikonstruksi dalam pidato tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan Analisis Wacana Kritis model Norman Fairclough untuk menelusuri konstruksi bahasa melalui tiga dimensi: teks, praktik wacana, dan praktik sosiokultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pidato Menag membangun figur “guru” sebagai entitas moral-spiritual melalui metafora religius dan diksi normatif, sekaligus menegaskan pemisahan antara orientasi spiritual dan material. Namun, ketika wacana dipotong dan disebarkan media, makna tersebut bergeser menjadi bentuk pelecehan terhadap guru, terutama bagi mereka yang menghadapi realitas ekonomi yang sulit. Temuan ini mengindikasikan pentingnya sensitivitas komunikator publik dalam menyampaikan pesan yang menyentuh isu sensitif serta perlunya literasi wacana di ruang digital agar publik tidak terjebak pada pemaknaan parsial.</p> <p><strong>Kata Kunci </strong>: Guru; Analisis wacana kritis; Fairclough; Pidato Mentri Agama</p> 2026-03-06T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 JCommsci - Journal Of Media and Communication Science https://jcomm.unram.ac.id/index.php/jcomm/article/view/585 Semiotic Analysis of the 2025 Baliem Valley Cultural Festival on Instagram for the Empowerment of Indigenous Communities 2026-03-06T06:45:50+00:00 Sholihatunnisa Dwi Kusuma [email protected] Budi Amal [email protected] Alem Febri Sonni [email protected] Muliadi Mau [email protected] <p><em>The Baliem Valley Cultural Festival (FBLB) is an annual event of the Papuan highland communities showcasing traditional war performances, dances, and cultural rituals. Social media, particularly Instagram, plays a crucial role not only as a promotional tool but also as a space for cultural meaning-making and community empowerment. This study analyzes the digital representation of FBLB 2025 across three Instagram accounts: @kemenpar.ri, @adventure.carstensz, and @fest.budayalembahbaliem2025 using Roland Barthes’ semiotic analysis. Data were collected from pre-event, during-event, and post-event posts. The findings reveal different orientations of representation. @kemenpar.ri highlights war traditions as national icons, framing Papua as an exotic region while integrating it into Indonesia’s cultural branding. @adventure.carstensz emphasizes global prestige through MURI records and foreign tourist participation, while also displaying authenticity through dances and traditional ornaments. Meanwhile, @fest.budayalembahbaliem2025 presents a more community-oriented narrative by featuring cultural education, the roles of Papuan women (mama-mama), local SMEs, and collective memory. These representations construct Papua’s image as authentic, exotic, and global, while simultaneously opening opportunities for indigenous community empowerment in the digital sphere. Thus, Instagram functions not only as a tourism promotion platform but also as an arena of cultural meaning production that reinforces Papuan identity.</em></p> 2026-04-13T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 JCommsci - Journal Of Media and Communication Science https://jcomm.unram.ac.id/index.php/jcomm/article/view/601 The Influence Of Principal’s Interpersonal Leadership And Persuasive Communication On The Performance On State High School Teachers In Bima City 2026-04-13T12:36:34+00:00 Yuniar Rizki Rahmawati Alaqad [email protected] Kunto Adi Wibowo [email protected] <p><strong><em>ABSTRACT</em></strong></p> <p><em>This study focuses on analyzing the influence of interpersonal leadership and persuasive communication of principals on the performance of public high school teachers in Bima City. This research is derived from the condition of teacher performance, which is administratively good, but has not optimally improved student achievement. Interpersonal leadership and persuasive communication are considered key factors in making a conducive work environment and motivating teachers in doing their duties. This study utilized a quantitative approach with a sampling technique, namely probability sampling with multistage random sampling. Data were acquired by handing questionnaires to 200 respondents who were civil servants and PPPK in all public high schools in Bima City. The measurement instrument used a Likert scale adapted from previous research, and data analysis was executed employing Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) and bootstrapping on SmartPLS 4. The results unfolded a significant impact between interpersonal leadership and persuasive communication on teacher performance. Interpersonal leadership encourages teachers through support and harmonious working relationships, while persuasive communication increases teacher motivation and response to the principal's direction. These findings emphasize the importance of both factors as strategies to improve teacher performance and student learning achievement.</em></p> <p><strong><em>Keywords: Interpersonal Leadership, Persuasive Communication, Teacher Performance, State Senior High School, Bima City</em></strong></p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Fokus penelitian ini adalah menganalisis pengaruh kepemimpinan interpersonal dan komunikasi persuasif kepala sekolah terhadap kinerja guru SMA Negeri di Kota Bima. Penelitian ini didasari oleh kondisi kinerja guru yang secara administratif tergolong baik, tetapi belum secara optimal meningkatkan prestasi siswa. Kepemimpinan interpersonal dan komunikasi persuasif dianggap sebagai faktor kunci yang dapat menciptakan lingkungan kerja kondusif serta memotivasi guru dalam melaksanakan tugasnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik sampling berupa <em>probability sampling </em>dengan <em>multistage random sampling. </em>Data diperoleh dengan menyebarluaskan kuesioner kepada 200 responden yang berstatus PNS dan PPPK di seluruh SMA Negeri Kota Bima. Instrumen pengukuran memanfaatkan skala Likert yang diadopsi dari penelitian sebelumnya, dan analisis data dilakukan dengan memanfaatkan <em>Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) </em>dan <em>bootstrapping </em>pada SmartPLS 4. Temuan penelitian memperlihatkan adanya pengaruh signifikan antara kepemimpinan interpersonal dan komunikasi persuasif terhadap kinerja guru. Kepemimpinan interpersonal mendorong guru melalui dukungan dan hubungan kerja yang harmonis, sementara komunikasi persuasif meningkatkan motivasi dan respons guru terhadap arahan kepala sekolah. Temuan ini menegaskan pentingnya kedua faktor sebagai strategi untuk mengoptimalkan kinerja guru dan prestasi belajar siswa. <strong>Kata Kunci </strong>: <strong>Kepemimpinan Interpersonal, Komunikasi Persuasif, Kinerja Guru, SMA Negeri, Kota Bima</strong></p> 2026-04-13T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 JCommsci - Journal Of Media and Communication Science https://jcomm.unram.ac.id/index.php/jcomm/article/view/606 Pola Jaringan Komunikasi Percakapan Digital dan Implikasinya Terhadap Citra Korporasi Eiger Pasca Kasus Adventure Land 2026-04-13T15:14:06+00:00 Endah Murwani [email protected] Tifany Syifakarnia [email protected] Ignatius Haryanto Djoewanto [email protected] <p>Era digital telah mengubah secara fundamental dinamika komunikasi krisis dan pengelolaan citra korporat, media sosial menjadi arena utama pembentukan persepsi publik terhadap organisasi.&nbsp;Penelitian ini menganalisis transformasi citra korporat EIGER pasca kasus penyegelan Eiger Adventure Land pada Maret 2025 melalui analisis mendalam terhadap 1.027 komentar Instagram yang dikumpulkan dari akun @eigeradventure selama periode Maret hingga April 2025.&nbsp;Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis sentimen berbasis leksikon bahasa Indonesia dan Social Network Analysis (SNA), penelitian ini mengidentifikasi pola sentimen, struktur jaringan komunikasi, dan tema dominan dalam respons publik.&nbsp;Temuan menunjukkan dominasi sentimen netral (56,6%) dan negatif (33,4%) dengan hanya 10% komentar positif, mengindikasikan krisis kepercayaan yang signifikan terhadap brand EIGER.&nbsp;Berdasarkan kerangka Situational Crisis Communication Theory (SCCT), kasus ini dikategorikan sebagai "preventable crisis" dengan tingkat tanggung jawab perusahaan yang tinggi menurut persepsi publik.&nbsp;Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan pemahaman teoretis tentang dinamika citra korporat dalam konteks krisis digital, khususnya dalam setting perusahaan Indonesia yang menghadapi isu lingkungan dan tanggung jawab social.</p> 2026-04-13T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 JCommsci - Journal Of Media and Communication Science