JCommsci - Journal Of Media and Communication Science
https://jcomm.unram.ac.id/index.php/jcomm
<p>Journal Of Media and Communication Science (JCommSci) is a scientific journal published by the Department of Communication Studies at the University of Mataram.</p> <p>JcommSci (<a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2655-4410">2620-8709</a>) is a medium to publish the results of academic research and as a means of updating the development of Communication Sciences. This journal contains scientific articles that have never been previously published, either as a research result, applied research or scientific articles relating to journalism coverage, media studies, media convergence, digital media, communication and development, health communication, family communication, public relations, marketing communication, political communication. Information about writing guidelines and electronic upload procedures are available in each edition. All articles are included through a peer-review process. Issuance of the journal is every four months, in January, May, September without processing fees.</p> <p>Please read and understand the author guidelines for preparation manuscript. The author who submits a manuscript to the editors should comply with the author guidelines and template. If the submitted manuscript does not comply with the guidelines or using a different format, it will be rejected by the editorial team before being reviewed. Editorial Team will only accept a manuscript that meets the specified formatting requirements</p> <p> </p> <p><span style="font-family: helvetica; font-size: small;"><span style="font-family: helvetica; font-size: medium;"><span style="font-family: helvetica; font-size: small;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> </span></span></span></span></span></p>en-US<p>This work is licensed under Creative Commos Attribution - Non Commercial 4.0 </p> <p>International Licensed</p> <p> </p>[email protected] (Diyah Indiyati)[email protected] (Indie)Fri, 06 Mar 2026 06:19:59 +0000OJS 3.2.1.4http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss60Narasi Keadilan Gender di Media Sosial: Analisis Wacana pada Gerakan Feminisme Digital
https://jcomm.unram.ac.id/index.php/jcomm/article/view/589
<p>Perkembangan media sosial telah menjadi ruang strategis bagi penyebaran ide dan advokasi terkait keadilan gender, termasuk melalui gerakan feminisme digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi narasi keadilan gender dalam gerakan feminisme digital di media sosial, dengan fokus pada strategi komunikasi, bentuk wacana, dan pesan yang disampaikan. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis model Norman Fairclough, data dikumpulkan melalui dokumentasi konten dari akun media sosial yang aktif dalam mengusung isu feminisme, termasuk unggahan, tagar (hashtag), dan interaksi audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi keadilan gender di media sosial dibangun melalui kombinasi pesan edukatif, kritik terhadap ketidaksetaraan, dan penguatan identitas kolektif Perkembangan media sosial telah menjadi ruang strategis bagi penyebaran ide dan advokasi terkait keadilan gender, termasuk melalui gerakan feminisme digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi narasi keadilan gender dalam gerakan feminisme digital di media sosial, dengan fokus pada strategi komunikasi, bentuk wacana, dan pesan yang disampaikan. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis model Norman Fairclough, data dikumpulkan melalui dokumentasi konten dari akun media sosial yang aktif dalam mengusung isu feminisme, termasuk unggahan, tagar (hashtag), dan interaksi audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi keadilan gender di media sosial dibangun melalui kombinasi pesan edukatif, kritik terhadap ketidaksetaraan, dan penguatan identitas kolektif perempuan. Strategi penggunaan hashtag tematik, visual yang memancing emosi, dan bahasa inklusif terbukti efektif dalam membangun solidaritas daring. Namun, penelitian ini juga menemukan adanya polarisasi opini dan resistensi dari sebagian pengguna media sosial yang berpotensi menghambat pencapaian tujuan gerakan. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi komunikasi digital yang lebih efektif dalam mempromosikan keadilan gender di era media baru.</p>Putri Salsabila Evita Wara, Alem Febri Sonni, Muh. Akbar
Copyright (c) 2026 JCommsci - Journal Of Media and Communication Science
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
https://jcomm.unram.ac.id/index.php/jcomm/article/view/589Fri, 06 Mar 2026 00:00:00 +0000Makna dibalik Pesan “Guru” pada Pidato Menteri Agama: Studi Analisis Wacana Kritis Model Norman Fairclough
https://jcomm.unram.ac.id/index.php/jcomm/article/view/596
<p><strong><em>ABSTRACT</em></strong></p> <p><em>The controversy surrounding the Minister of Religious Affairs’ speech about teachers, which went viral on social media, illustrates how fragments of discourse can shift in meaning when reproduced by digital platforms and interpreted by the public. The statement “if you want to make money, don’t become a teacher, become a trader” became the center of criticism and overshadowed other information, such as the 700 percent increase in PPG participants and the rise in allowances. This situation raises questions about how the meaning of “teacher” is constructed within the speech. This study employs a qualitative approach using Norman Fairclough’s Critical Discourse Analysis to examine the construction of language through three dimensions: text, discourse practice, and sociocultural practice. The findings reveal that the speech constructs the figure of a “teacher” as a moral–spiritual entity through religious metaphors and normative diction, reinforcing a separation between spiritual and material orientations. However, when mediated and circulated online, the meaning shifts into a perceived form of disrespect toward teachers, particularly those facing economic challenges. These findings highlight the importance of sensitivity among public communicators when addressing socially sensitive issues, as well as the need for digital discourse literacy to prevent the public from adopting partial or decontextualized interpretations.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> Teacher; Critical discourse analysis; Fairclough; Minister of Religious Affairs’ speech</em></p> <p> </p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Fenomena kontroversi pidato Menteri Agama tentang guru yang viral di media sosial menunjukkan bagaimana potongan wacana dapat mengalami pergeseran makna ketika diproduksi ulang oleh media dan diterima publik dalam ruang digital. Pernyataan “kalau mau cari uang, jangan jadi guru, jadi pedaganglah” menjadi fokus kritik dan menutupi informasi lain seperti peningkatan peserta PPG hingga 700 persen dan kenaikan tunjangan, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana makna “guru” dikonstruksi dalam pidato tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan Analisis Wacana Kritis model Norman Fairclough untuk menelusuri konstruksi bahasa melalui tiga dimensi: teks, praktik wacana, dan praktik sosiokultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pidato Menag membangun figur “guru” sebagai entitas moral-spiritual melalui metafora religius dan diksi normatif, sekaligus menegaskan pemisahan antara orientasi spiritual dan material. Namun, ketika wacana dipotong dan disebarkan media, makna tersebut bergeser menjadi bentuk pelecehan terhadap guru, terutama bagi mereka yang menghadapi realitas ekonomi yang sulit. Temuan ini mengindikasikan pentingnya sensitivitas komunikator publik dalam menyampaikan pesan yang menyentuh isu sensitif serta perlunya literasi wacana di ruang digital agar publik tidak terjebak pada pemaknaan parsial.</p> <p><strong>Kata Kunci </strong>: Guru; Analisis wacana kritis; Fairclough; Pidato Mentri Agama</p>Muhammad Al Bushairi, Yani Tri Wijayanti, Khoirul Febri Antiko, Tika Puspita Sari
Copyright (c) 2026 JCommsci - Journal Of Media and Communication Science
https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0
https://jcomm.unram.ac.id/index.php/jcomm/article/view/596Fri, 06 Mar 2026 00:00:00 +0000