PENERIMAAN PESAN SEKS PRANIKAH OLEH PENONTON DALAM FILM DUA GARIS BIRU

Shania Nurul Syarifa, Catur Nugroho

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerimaan audiens tentang makna pesan mengenai dampak seks pranikah yang terkandung dalam film Dua Garis Biru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan penelitian deskriptif melalui teori resepsi (reception analysis) dari Stuart Hall. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat posisi audiens berdasarkan data yang diperoleh melalui wawancara dengan bacaan posisi tiga audiens menurut Stuart Hall menyangkut dampak seks pranikah dalam film Dua Garis Biru. Tiga posisi tersebut adalah pembacaan dominan, negosiasi, dan oposisi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penonton dalam posisi membaca dominan, mereka dapat menerima semua pesan yang disampaikan oleh film Dua Garis Biru tentang seks pranikah tetapi dengan perspektif yang berbeda. Mereka masih menolak hubungan seks pranikah, meskipun mereka berada dalam sebuah “hubungan”. Para informan menafsirkan dampak hubungan seks pranikah dan mengklaim telah menerima banyak pesan tentang bahaya perilaku seksual pranikah. Mereka juga mengungkapkan bahwa setelah menonton film, pikiran mereka dipengaruhi oleh keberadaan seks pranikah yang sebagian besar terjadi di era ini.
Kata Kunci : Analisis Resepsi, pemaknaan, Seks pra Nikah, Film


Keywords


Reception Analysis, meaning, Premarital of Sex, Film.

Full Text:

PDF

References


Baran, S. J., & Davis, D. K. (2015). Mass Communication Theory: Foundations, Ferment, and Future. Cengage Learning. https://doi.org/10.4135/9781446262467

Barker, C. (2003). Cultural Studies Theory and Practice. Cultural Studies Theories and Practice.

Delabastita, D. (1989). Translation and mass-communication: Film and T.V. translation as evidence of cultural dynamics. BabelBabel Revue Internationale de La Traduction / International Journal of Translation, 35(4), 193–218. https://doi.org/10.1075/babel.35.4.02del

Durham, Meenakshi Gigi and Kellner, D. M. (2006). Media and Cultural Studies, Keyworks. Representations. Blackwell Publishing. https://doi.org/10.1525/REP.2019.145.1.107

Kartika, B. A. (2015). Mengapa Selalu Harus Perempuan: Suatu Konstruksi Urban Pemenjaraan Seksual Hingga Hegemoni Maskulinitas dalam Film Soekarno. Journal of Urban Society’s Arts, 2(1), 35–54. https://doi.org/10.24821/jousa.v2i1.1268

Khairunnisa, A. (2013). Hubungan Religiusitas dan Kontrol Diri dengan Perilaku Seksual Pranikah Remaja di Man 1 Samarinda. EJournal Psikologi, 1(2), 220–229. Retrieved from http://ejournal.psikologi.fisip-unmul.ac.id/site/wp-content/uploads/2013/10/ejournal pdf (10-03-13-10-14-57).pdf

McQuail, D. (2014). Mass Communication. Mass Communication. https://doi.org/10.4135/9781446262467

Nasrullah, R. (2018). Riset Khalayak Digital: Perspektif Khalayak Media Dan Realitas Virtual Di Media Sosial. Riset Khalayak Digital: Perspektif Khalayak Media Dan Realitas Virtual Di Media Sosial, 17(2), 271–287. https://doi.org/10.5614/sostek.itbj.2018.17.2.9

West, R., & Turner, L. H. (2008). Introducing Communication Theory. Introducing Communication Theory Analysis Application.




DOI: https://doi.org/10.29303/jcommsci.v3i2.70

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright of Journal of Media and Communication Science

e-ISSN : 2620-8709

p-ISSN : 2655-4410


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

JCommsci accredited by :

JCommsci Indexed by :