Narasi Keadilan Gender di Media Sosial: Analisis Wacana pada Gerakan Feminisme Digital

Authors

  • Putri Salsabila Evita Wara
  • Alem Febri Sonni
  • Muh. Akbar

Abstract

Perkembangan media sosial telah menjadi ruang strategis bagi penyebaran ide dan advokasi terkait keadilan gender, termasuk melalui gerakan feminisme digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi narasi keadilan gender dalam gerakan feminisme digital di media sosial, dengan fokus pada strategi komunikasi, bentuk wacana, dan pesan yang disampaikan. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis model Norman Fairclough, data dikumpulkan melalui dokumentasi konten dari akun media sosial yang aktif dalam mengusung isu feminisme, termasuk unggahan, tagar (hashtag), dan interaksi audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi keadilan gender di media sosial dibangun melalui kombinasi pesan edukatif, kritik terhadap ketidaksetaraan, dan penguatan identitas kolektif Perkembangan media sosial telah menjadi ruang strategis bagi penyebaran ide dan advokasi terkait keadilan gender, termasuk melalui gerakan feminisme digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi narasi keadilan gender dalam gerakan feminisme digital di media sosial, dengan fokus pada strategi komunikasi, bentuk wacana, dan pesan yang disampaikan. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis model Norman Fairclough, data dikumpulkan melalui dokumentasi konten dari akun media sosial yang aktif dalam mengusung isu feminisme, termasuk unggahan, tagar (hashtag), dan interaksi audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi keadilan gender di media sosial dibangun melalui kombinasi pesan edukatif, kritik terhadap ketidaksetaraan, dan penguatan identitas kolektif perempuan. Strategi penggunaan hashtag tematik, visual yang memancing emosi, dan bahasa inklusif terbukti efektif dalam membangun solidaritas daring. Namun, penelitian ini juga menemukan adanya polarisasi opini dan resistensi dari sebagian pengguna media sosial yang berpotensi menghambat pencapaian tujuan gerakan. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi komunikasi digital yang lebih efektif dalam mempromosikan keadilan gender di era media baru.

Downloads

Published

2026-03-06